Tampilkan postingan dengan label Microtik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Microtik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 September 2015

The Dude memantau dan memonitor Jaringan!

Hallo viewers, apa kabarnya nih? kali ini saya mau share nih tentang The Dude. Simak yuks..


 Memantau dan memonitor jaringan mikrotik dan perangkat lainnya yang saling terhubung dapat dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi yang bernama The Dude. The Dude adalah sebuah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor dan memantau network dengan simple dan mudah. 

The Dude dapat melakukan scanning otomatis pada semua perangkat yang terhubung pada subnet jaringan tertentu. Hasil scanning nya berupa gambar peta konfigurasi jaringan yang muncul secara otomatis. Peta konfigurasi jaringan ini akan menggambarkan kondisi jaringan apakah sedang up/down. 

Selain itu the dude juga dapat menampilkan transfer rate antar perangkat di jaringan, jadi kita dapat memantau traffic yang berjalan di jaringan kita secara realtime dengan mudah. Yang lebih istimewa lagi, the dude bisa digunakan pada perangkat selain Mikrotik. 

The Dude dapat mengidentifikasi secara otomatis jenis dari perangkat yang ada di jaringan dengan menscan service yang digunakan oleh perangkat tertentu. Misalnya, the dude menscan perangkaat dengan open port 80, ia akan mengidentifikasikan perangkat itu sebagai Web Server.

Oke, sudah cukup penjelasannya. Sekarang kita coba memantau dan memonitoring menggunakan The Dude. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut


2. Install aplikasi The Dude.

3. Buka aplikasinya, akan muncul tampilan The Dude seperti gambar berikut :


Berikut adalah contoh peta jaringan dan data di the dude :

Map.png

4. Untuk mulai menggunakannya ada dua cara :
- Memasukkan data perangkat secara manual
- Menscan semua perangkat di jaringan tertentu, data & peta jaringan perangkat akan muncul secara otomatis (opsi ini yang akan kita gunakan)

5. Klik menu Discover --> Masukkan alamat subnet jaringan yang ingin di scan. misalnya 10.10.10.0/24 --> klik Discover.

6. Semua perangkat yang dalam kondisi menyala pada subnet tersebut akan ditemukaan oleh The Dude dan secara otomatis akan terbentuk peta jaringan dari semua perangkat yang ditemukan tersebut, seperti gambar berikut ini. (Maaf sedikit sensor :D)

7. Dari gambar tersebut dapat diketahui kondisi masing-masing perangkat, dapat juga diketahui transfer rate antar perangkat (router).

8. Untuk melihat data secara detil perangkat hasil scanning, klik dua kali di icon perangkat. Kita dapat merubah data perangkat, seperti merubah nama, IP address, username & password, dll.



9. Status peralatan apakah jaringan nya up, down, atau ada service yang timed out dapat dilihat seperti gambar berikut :

Keterangan Warna :
Warna hijau = Jaringan dan peralatan ok (up)
Warna merah = Ada gangguan jaringan atau peralatan (down)
Warna orange = Ada service yang timed out, atau dalam interval tertentu terjadi sesekali timed out.

10. Selain itu pada tiap peralatan juga terdapat tools yang bisa kita gunakan untuk menganalisa status nya, seperti gambar berikut ini :


11. Selain dapat menscan perangkat secara otomatis, kita juga dapat menambahkan perangkat ke peta jaringan secara manual. Klik tombol + Device.


12. Masukkan IP Address perangkat, Masukkan Username & Password (jika ada) --> Next


13. Klik Discovery. The Dude akan menscan service yang berjalan pada device tersebut secara otomatis --> Finish


14. Kita juga bisa menghubungkan perangkat baru ini dengan menambahkan link. Klik tombol + Link.


15. Drag icon antar perangkat yang mau dihubungkan. Pilih Mastering type : Simple. Hasilnya akan seperti ini :


16. Untuk dapat menampilkan traffic (Tx Rx) antar kedua perangkat, pada link Anda bisa memilih Mastering Type : snmp atau routeros. Namun tidak semua perangkat mendukung fitur ini. Jika kedua perangkat adalah router Mikrotik, maka username dan password pada data perangkat harus diisi dan pilih mode routeros pada data dan link nya.

Oke sekian pengetahuan apa sih The Dude itu, dan kurang lebih seperti ini ketika saya menge-test untuk memonitoring :D

Terima kasih
God Bless you :D

Sumber : http://mikrotikindo.blogspot.co.id/2014/11/cara-memonitor-jaringan-mikrotik-menggunakan-             thedude.html
            : http://www.mikrotik.com/thedude

Cisco Packet Tracer itu apa sih?

hallo viewers, kali ini saya mau share tentang Cisco Packet Tracer. Bagi kalian yang sudah atu belum tau, yuks kita simak.

Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan pada komputer. Program ini dibuat oleh Cisco System dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan mahasiswa sampai alumni. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.

Target Packet Tracer yaitu menyediakan simulasi jaringan yang real, namun terdapat beberapa batasan berupa penghilangan beberapa perintah yang digunakan pada alat aslinya yaitu pengurangan command pada Cisco IOS. Dan juga Packet Tracer tidak bisa digunakan untuk memodelkan jaringan produktif/aktif.

nih hasil kerja keras saya selama 1 minggu ketika mempelajari cisco packet tracer itu sendiri by web :D 


Puji Tuhan, kalo sekarang saya sudah menguasai sebagan besar dalam simulasi jaringan menggunakan cisco packet tracer ini. 

bagi kalian yang mau coba mempelajari tentang networking, coba dulu deh di simulasi ini, dijamin nyaman :D


Nah open aja linknya, nanti ada petunjuk lainnya untuk men-download serta men-instalnya. 

Sekian artikel dari saya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Thanks
God Bless you.

Kamis, 13 Agustus 2015

Setup Mikrotik Via Winbox


   Setelsh proses instalasi mikrotik selesai, selanjutnya adalah men-setup mikrotik agar dapat difungsikan sebagai router untuk dapat terkoneksi ke Internet, dalam posting ini adalah setup mikrotik untuk keperluan hotspot, dengan pengguna yang tidak tetap dan berpindah-pindah, maka penggunaan mikrotik hotspot dengan fitur DHCP didalamnya sangat membantu admin dari pada menggunakan Static IP yang harus men-setting satu persatu komputer pengguna, dengan menggunakan DHCP juga akan mempermudah pengguna untuk tidak repot dalam men-setting IP.
Pada contoh kasus kali ini, dengan mengggunakan topologi sebagai berikut :



Pada topologi di atas, access point hanya berfungsi sebagai access point tanpa ada fungsi router didalamnya atau sebagai bridge saja, jika pada access point anda terdapat fungsi router di dalamnya, silahkan disable fungsi – fungsi router di dalamnya, dan yang terpenting jangan lupa untuk men-disable fungsi DHCP pada access point, karena semua manajemen routing akan di handel oleh mikrotik.
Untuk menghubungkan mikrotik dengan pc/laptop anda bisa menghubungkannya dengan kabel UTP rj45.



Setup hotspot pada tutorial ini menggunakan via Winbox, silahkan download winbox di sini atau di sini.
“Winbox adalah sebuah program executable yang digunakan untuk menghubungkan dan mengkonfigurasi router Mikrotik RouterOS melalui graphical user interface.”
Demikianlah pengertian yang didapat dari situs resmi mikrotik. Setelah selesai download silahkan buka file winbox.exe, untuk mengakses mikrotik silahkan klik pada kotak “connect to” klik pada titik tiga disamping tombol connect, lalu pilih yang IP address-nya masih berupa mac address jika pada mikrotik belum anda set ip address-nya, jika sudah diset maka pilihlah ip address dari mikrotik tersebut. Pada kotak login isikan admin, dan kosongkan password, kemudian klik “connect”.




Jika berhasil akan muncul halaman antarmuka winbox seperti berikut.


Dan langkah selanjutnya adalah memasukkan Key yang diberikan oleh Mikrotik pada saat anda membeli lisensi. Namun anda bisa men-skip proses ini dan meneruskan setup-nya terlebih dahulu.
Klik pada menu “interface” yang terdapat pada daftar menu paling atas, lalu akan terlihat port/interface ether1 dan ether2.



Untuk mempermudah nantinya dalam manajemen jaringan, sebaiknya ubah nama default tersebut dengan nama yang mudah kita pahami. Double klik pada interface yang ingin anda ubah, dalam contoh ini “ether1” diubah menjadi “Internet” karena mengarah ke interet (modem),




sedangkan “ether2” diubah menjadi “Lokal” karena merupakan port yang menghubungkan dnegan jaringan lokal kita, lalu klik “OK” atau “Apply”. Anda bisa mengubah namanya sesuka hati anda.



Langkah selanjutnya adalah pemberian ip address untuk setiap interface, namun pada interface “Internet” sebagaimana topologi di atas menjadi DHCP Client, sehingga IP adress-nya diberikan oleh DHCP Server yang dalam kasus ini adalah Modem, jadi untuk mendapatkan IP address-nya menggunakan fitur DHCP Client pada Mikrotik dengan memilih “IP” lalu pilih menu “DHCP Client”, kemudian setelah muncul box “DHCP Client” klik pada tanda “+” yang berwarna merah, pada interface pilih interface yang mengarah ke modem yaitu “Intenet”



Untuk mengetes apakah koneksi menuju modem telah berhasil, lakukan ping ke internet, dalam contoh “8.8.8.8” yang merupakan ip address google.



Melanjutkan pemberian IP address, sekarang pemberian IP address untuk port yang menuju jaringan lokal yaitu port “Lokal”. Pada contoh ini menggunakan ip address “10.0.0.1/24”.



Setelah pemberian IP address beres, sekarang saatnya memulai set-up hotspot dengan memilih menu “IP” – “Hotspot”, lalu klik menu “Hotspot Setup”, pada hotspot interface pilih interface yang mengarah pada jaringan lokal yaitu “Lokal”



IP address yang nantinya digunakan sebagai gateway, next saja karena sudah diset saat pemberian IP address pada interface “Lokal”. Jangan lupa untuk mencentang pilihan "Massquerade Network", dalam situs mikrotik pengertian massquerade adalah "replaces source address of an IP packet to an automatically determined by the routing facility IP address". silahkan anda tejemahkan sendiri artinya :). dari yang saya pahami Massquerade digunakan untuk meneruskan paket dari interface "Internet" ke "Lokal" atau sebaliknya yang intinya menjadikan client pada jaringan lokal dapat mengakses internet. 



“Address Pool of Network” adalah range IP address yang nantinya akan diberikan kepada user yang mengakses jaringan. Pada contoh ini dibatasi 10.0.0.2 sampai 10.0.0.100 yang berarti bisa digunakan untuk 99 user. Silahkan diset sesuai kebutuhan anda.



“Select Sertificate” untuk memilih sertifikat SSL, atau skip saja, next.



“IP Address of SMTP Server” adalah IP adress SMTP email yang anda gunakan, silahkan diisi dengan SMTP server anda. Jika dirasa tidak perlu bisa di skip. Next.



“DNS Servers” diisi dengan IP address DNS Server yang ingin anda gunakan, pada contoh menggunakan DNS Server milik google yaitu “8.8.8.8”. Next.



“DNS Name” diisi dengan alamat yang nantinya digunakan untuk login page, status page dll, dan juga sebagai DNS name untuk gateway (10.0.0.1).  Pada contoh ini akan menggunakan DNS name “login.hotspot.com”. Next.



Step terakhir adalah pembuatan akun untuk user. Isilah user dan password dengan username dan password yang nanti akan digunakan untuk login ke hotspot untuk dapat mengakses internet.



Setup Hotspot telah berhasil.



Selanjutnya restart mikrotik dengan mengklik menu “System” lalu pilih “Reboot”
Setelah reboot selesai, cek apakah setup hotspot telah berhasil dengan membuka broser dan coba untuk mengakses internet, jika setup berhasil maka user akan diredirect ke halaman login mikrotik. Isikan dengan username dan password yang tadi sudah dibuat.






Setelah login akun mikrotik berhasil, kini andapun bisa mengakses intenet.



Selamat, Basic Setup Hotspot telah berhasil, tutorial ini hanya tutorial dasar untuk men-setup agar client hotspot dapat terkoneksi ke internet. Untuk memaksimalkan jaringan, masih banyak yang harus anda lakukan yang diantaranya Mejaga keamanan jaringan, Manajemen User, Manajemen Bandwith dan masih banyak lagi. Untuk langkah selanjutnya tentang hal-hal yang seharusnya dilkukan setelah setup mikrotik bisa anda lihat pada postingan berikutnya disini :)

Sumber referensi : http://appstrack.blogspot.com/2012/06/setup-mikrotik-via-winbox.html#.VcwOtfntmko

Instalasi Mikrotik RouterOS pada PC


Mikrotik RouterOS merupakan sebuah Sistem Operasi untuk RouterBoard, namun OS ini juga dapat di install pada PC dan akan mengubah PC tersebut menjadi sebuah router dengan berbagai fitur-fitur unggulan sebuah router seperti  routing, manajemen bandwidth, firewall, wireless access point, hotspot gateway, server VPN dan masih banyak fitur lainnya.
Secara sederhana Mikrotik RouterOS dapat  diartikan sebagai sebuah sistem yang diperuntukkan untuk menangani berbagai hal yang dibutuhkan sebuah Router yang dikemas dalam sebuah sistem operasi. Pada asalnya Mikrotik RouterOS adalah sistem operasi yang dikhususkan untuk RouterBoard (RB) yaitu sebuah platform hardware dari perusahaan mikrotik yang difungsikan sebagai router. Namun, Sistem Operasi mikrotik ini juga dapat diinstall pada sebuah PC, sehingga untuk kawan-kawan yang mempunyai budget terbatas bisa menggunakan PC bekas sehingga dapat difungsikan sebagai router dan sisanya tinggal membeli lisensi dari mikrotik untuk mengaktifkan MikrotikOS.
Berikut adalah tutorial untuk menginstal Mikrotik RouterOS pada sebuah komputer, untuk spesifikasi sangat minim, dengan RAM 64Mb dan hardisk 1 GB sudah bisa digunakan sebagai RouterOS, jadi komputer bekas anda yang tidak terpakai lagi bisa dimanfaatkan, tapi yang terpenting adalah CD/DVD ROM, karena untuk menginstallnya di PC harus dengan   boot image dari CD atau DVD, karena tidak bisa menggunakan USB. Jadi sebelumnya anda sudah harus membakarnya pada CD/DVD untuk file *.iso Mikrotik-nya dapat anda download di sini, plih Product = RouterOS, Device = PC / x86dan Download file *.iso-nya, dan untuk step berikutnya silahkan set komputer anda untuk boot dari CD/DVD ROM.

 Exit dan restart
Pada tampilan awal selain wellcome page juga akan disediakan pilihan paket apa saja yang ingin di install, plih paket yang ingin anda install, jika ingin menginstall semuanya maka tekan “a” pada keyboard dan selanjutnya tekan “i” untuk melanjutkan proses instalasi
Lalu akan keluar notifikasi untuk menjaga konfigurasi mikrotik yang sebelumnya telah terinstall mikrotik sebelumnya, tekan “y” jika menginnginkan menjaga konfigurasi sebelumunya dan “n” jika tidak (ini berlaku untuk upgrade Mikrotik dari versi sebelumnya), jika ini pertama kalinya mengintall maka terserah pilih “y” ataupun “n”karena tidak akan ada bedanya. Berikutnya muncul peringatan bahwa seluruh hardisk akan terhapus, jadi tidak ada konsep berbagi OS dalam satu komputer seperti pada OS Linux (sebaiknya backup dulu data didalam hardisk jika dirasa penting). Plih “y” untuk meneruskan dan proses instalasi akan berjalan
Dan setelah instalasi selesai klik “enter” untuk restart, lalu kembalikan boot pada hardisk
Exit dan Reboot
 Pada halaman login masukkan username dan password, secara default jika pertama kali install, username : admin dan password : (kosong), lalu tekan enter
Selamjutnya pada wellcome page akan muncul peringatan lisensi yang belum diaktifkan, untuk mengaktifkannya silahkan membeli lisensi dahulu pada kantor mikrotik terdekat, jika tidak diaktifkan maka Mikrotik yang sudah terinstall hanya dapat anda nikmati selama 24 jam (lumayanlah kalo cuma sekedar untuk uji coba ), untuk masalah harga silahkan merujuk ke link berikut ini.
Hal paling awal yang seharusnya anda lakukan adalah mengeset IP address sehingga nantinya dapat melakuakn setUp dan  konfigurasi mikrotik anda secara remote melalui winbox. Berikut untuk mengeset IP adress :
Lihat konigurasi  ip address yang sudah ada :
/ip address print

  

Dan terlihat masih kosong, untuk mengeset IP address
ip address add interface=ether1 address=192.168.1.1 netmask=255.255.255.0 network=192.168.1.0 broadcast=192.168.1.255
lalu tekan enter
Pada contoh di atas pada interdace ether1 saya set ip 192.168.1.1, silahkan set sesuka hati anda dan tentunya saya yakin sudah menguasai konsep ip address jika anda sudah melirik mikrotik 
Lalu kita lihat ip address yang telah kita set tadi
/ip addreess print
 Dan terlihat ip address sudah berhasil ditambahkan. Dan selanjutnya anda bisa meremote mikrotik anda melalui winbox.
Instalasi Mikrotik Selesai :) .

Sumber Referensi : http://appstrack.blogspot.com/2012/04/install-mikrotik-routeros-pada-pc.html#.VcwPZvntmko