Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Oktober 2015

Perbedaan ROM dan RAM

Hallo viewers,

Komputer atau gadget biasanya memiliki suatu sistem penyimpanan data/data storage yang biasanya disebut dengan memori. Secara garis besar memori ini menyimpan semua data yang hilir-mudik di dalam proses komputer. Analoginya seperti lemari penyimpanan data pada komputer saat dipakai maupun saat tidak dipakai. Secara umum memori ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu memori primer dan memori sekunder.
Memori primer contohnya adalah Random Access Memory (RAM) atau Read Only Memory (ROM). Memori sekunder contohnya adalah hard disk driveflash drive, CD, DVD ROM dan lain sebagainya.
Lalu apa sebenarnya perbedaan RAM dan ROM pada komputer? Berikut ulasannya.

A. Read Only Memory (ROM)

ROM adalah memori yang dapat menyimpan data berupa program atau file secara permanen maupun semi permanen. Artinya semua data yang dimasukkan ke dalam ROM tidak akan hilang meskipun komputer dimatikan atau aliran listrik diputus.Integrated Circuit (IC) pada ROM sudah di set oleh pabrik pembuatnya untuk tidak bisa diisi kembali, dihapus, ditambah ataupun dikurangi. Maka ROM ini pada umumnya digunakan untuk menyimpan program basic pada komputer atau disebut BIOS (Basic Input Output System).
rom vs ram
BIOS sendiri fungsinya untuk mengendalikan komputer saat pertama kali dinyalakan hingga semua perangkat keras (hardware) bekerja. Setelah itu program komputer akan dijalankan oleh sistem operasi atau kita kenal dengan singkatan OS (Operating System). Maka jika ROM pada komputer bermasalah artinya komputer tidak bisa dijalankan karena starting oleh BIOS tidak dapat dilakukan. ROM sendiri memiliki berbagai macam jenis yaitu sebagai berikut :

  • PROM (Programmable Read Only Memory)
    Data masih bisa di-input oleh user.
  • EPROM (Erasable Programmable Read Only Memory)
    Data bisa dihapus oleh sinar ultraviolet.
  • EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory)
    Dapat diprogram dan dihapus dengan tegangan listrik yang diolah.
  • Flash Memory
    Digunakan untuk aplikasi hand held, telepon selular, mp3 player dan lain sebagainya.

B. Random Access Memory (RAM)

Sama seperti ROM, RAM pada dasarnya adalah memori primer yang permanen terletak di komputer. Namun perbedaannya adalah data yang disimpan pada RAM akan hilang apabila komputer dimatikan atau listrik pada komputer diputus. Maka RAM ini sifatnya adalah sementara dan memiliki kapasitas yang lebih kecil jika dibandingkan dengan ROM. Namun jika dibandingkan dengan memori sekunder seperti hard disk, RAM memiliki kecepatan baca program yang lebih cepat.
RAM hanya bisa digunakan oleh prosesor pada komputer. RAM ini terdiri dari kapasitor-kapasitor yang disusun sedemikian rupa sehingga bisa menyimpan memori sementara waktu. Anda bisa melihat sendiri kerja RAM pada saat menggunakan untuk melakukan copy atau paste suatu file pada komputer. Ketika di-copy, file dipindahkan ke RAM kemudian ketika di paste file dari RAM dihapus kembali. Maka dalam beberapa waktu komputer perlu di-refresh untuk menetralkan RAM. Pada beberapa sistem operasi, refresh tidak dilakukan karena system sudah melakukannya secara otomatis.

Sama halnya dengan ROM, RAM juga terdiri hadir dalam berbagai jenis, diantaranya adalah:
  • SRAM (Static Random Access Memory)
    Bersifat semi volatil (mudah hilang) dan digunakan untuk membantu komputer dalam kecepatan proses.
  • DRAM (Dynamic Random Access Memory)
    Bersifat volatile dan digunakan untuk membantu komputer dalam kecepatan proses. Biasanya masih memerlukan refresh.
  • NVRAM (Non Volatile Random Access Memory)
    Dibekali dengan baterai mini dan masih bisa menyimpan meskipun komputer tidak mendapat arus listrik.
  • FRAM (Ferro Electric Random Access Memory)
    Tidak memerlukan daya listrik karena menggunakan daya medan listrik.


Sabtu, 26 September 2015

Memperbaiki Windows tanpa DVD instalasi Win 7 !

Hallo guys, apa kabarnya nih? saya mau share artikel tentang startup repair tool tanpa DVD instalasi Win 7, kebetulan notebook nyokap bermasalah lalu sudah saya bertulkan jadinya saya posting deh, siapa tau ada yang mengalami ha yang sama dan kebingungan bagaimana mengatasinya, simak yuks.

Memperbaiki instalasi Windows yang korup merupakan tugas yang sulit bagi pemula terutama bila anda tidak dapat boot ke Windows. Meskipun orang selalu bisa menggunakan DVD instalasi Windows 7 untuk boot ke Windows Recovery Environment (WinRE) untuk memperbaiki masalah startup, Windows Recovery Environment juga memungkinkan Anda untuk memperbaiki masalah boot Windows 7 DVD instalasi Windows 7.
Tidak seperti versi Windows sebelumnya, Windows 7 secara otomatis menginstal Startup Repair tool ke partisi sistem operasi, sehingga Anda dapat mengakses Windows Recovery Environment tanpa DVD instalasi Windows 7.
Secara default, setelah berhasil booting, Windows 7 akan secara otomatis memuat startup repair tool dan mencoba untuk memperbaiki masalah yang ada. Jika Anda tidak melihat Windows 7 startup repair tool setelah gagal boot, Anda dapat secara manual menjalankan startup repair tool tanpa DVD instalasi Windows 7.
Berikut adalah cara menjalankan Startup Repair Tool tanpa DVD instalasi Windows 7:
1. Hidupkan komputer Anda dan tekan tombol F8 untuk melihat menu Windows Error Recovery.
2. Pilih opsi Launch Startup Repair dan tekan Enter untuk menjalankan alat perbaikan startup.
Memperbaiki Start-Up Windows 7
3. Startup Repair tool secara otomatis akan mencoba untuk memperbaiki masalah booting Windows 7. Dan, jika tidak bisa menemukan masalah atau memecahkan masalah, Startup Repair tool akan menawarkan Anda berbagai opsi lanjutan yang tersedia untuk memperbaiki Windows 7.
4. Startup Repair tool menyediakan alat-alat canggih yang hadir dalam Recovery Environment untuk membantu Anda memperbaiki masalah boot. Command Prompt, System Restore, System Image Restore, Windows Memory Diagnostic adalah beberapa alat yang tersedia untuk memperbaiki masalah sistem anda.
Memperbaiki Start-Up Windows 7
5. Ikuti bagaimana cara menggunakan advanced system recovery tools untuk memperbaiki masalah booting Windows 7 untuk mengetahui lebih lanjut.

Kamis, 24 September 2015

PingPlotter Utility !

Hallo guys, apa kabarnya? kali ini saya mau share tentang Ping Plotter. Simak yuks
Walau kita bisa menggunakan PING (cmd) dan tracer, serta The Dude untuk memantau stabilnya koneksi dan mengetahui apabila ada masalah tapi masih susah memahaminya dan tidak ada riwayat untuk dibandingkan. Jadi saya perlu menggunakan tool lain yang lebih mudah dipahami secara visual dan teringat jaman kuliah dulu menggunakan Ping Plotter.
Menggunakan PingPlotter Pro trial 30 hari, tapi yang Free sudah cukup kok. Saya sama sekali tidak menggunakan fitur berbayarnya, iseng saja mencoba. :P

Menggunakan PingPlotter Pro trial 30 hari, tapi yang Free sudah cukup kok. Saya sama sekali tidak menggunakan fitur berbayarnya, iseng saja mencoba. :P

Ya, dengan PingPlotter kita tinggal mengisikan alamat IP atau website dan menjalankan cek koneksi internet. Nanti akan muncul daftar IP address dan nama hostnya kalau terdeteksi per tahap sampai ke tujuannya, ini yang disebut hop (lompatan). Yang paling penting adalah nilai responnya dalam satus ms (milidetik). Percuma saja ada koneksi kalau nilai pingnya bisa 1000ms, dijamin putus atau tidak stabil kalau main game online. 
Kalau anda kesulitan memahami error apa yang terjadi dan pada tahap mana maka langsung saja perhatikan grafik dibawahnya, kalau ada garis merah berarti tidak ada koneksi yang bisa dilakukan dari komputer anda. Kecepatan respon rata – rata bisa dilihat dari garis hitamnya, yang dari sini saya akhirnya tahu kalau sejak berubah menjadi myrepublic turun menjadi 300an ms dari 30an ms. :(
Oh ya, misal koneksi internet anda mati maka dari PingPlotter ini akan muncul informasi (warna merah dalam urutan hopnya) jadi nanti anda tahu masalahnya apakah dari komputer anda, modemnya, DNS server, jaringan ISP anda atau yang lainnya. Jadi akan sangat membantu saat kita melaporkan ke customer service karena sudah tahu dan siap memberikan data – datanya.
Dijamin seru deh, untuk pengecekan masalah ping menggunakan applikasi yang satu ini.
Thanks 
God Bless you :)
Sumber : http://utekno.com/pingplotter-pantau-koneksi-lacak-masalah-11617

The Dude memantau dan memonitor Jaringan!

Hallo viewers, apa kabarnya nih? kali ini saya mau share nih tentang The Dude. Simak yuks..


 Memantau dan memonitor jaringan mikrotik dan perangkat lainnya yang saling terhubung dapat dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi yang bernama The Dude. The Dude adalah sebuah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor dan memantau network dengan simple dan mudah. 

The Dude dapat melakukan scanning otomatis pada semua perangkat yang terhubung pada subnet jaringan tertentu. Hasil scanning nya berupa gambar peta konfigurasi jaringan yang muncul secara otomatis. Peta konfigurasi jaringan ini akan menggambarkan kondisi jaringan apakah sedang up/down. 

Selain itu the dude juga dapat menampilkan transfer rate antar perangkat di jaringan, jadi kita dapat memantau traffic yang berjalan di jaringan kita secara realtime dengan mudah. Yang lebih istimewa lagi, the dude bisa digunakan pada perangkat selain Mikrotik. 

The Dude dapat mengidentifikasi secara otomatis jenis dari perangkat yang ada di jaringan dengan menscan service yang digunakan oleh perangkat tertentu. Misalnya, the dude menscan perangkaat dengan open port 80, ia akan mengidentifikasikan perangkat itu sebagai Web Server.

Oke, sudah cukup penjelasannya. Sekarang kita coba memantau dan memonitoring menggunakan The Dude. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut


2. Install aplikasi The Dude.

3. Buka aplikasinya, akan muncul tampilan The Dude seperti gambar berikut :


Berikut adalah contoh peta jaringan dan data di the dude :

Map.png

4. Untuk mulai menggunakannya ada dua cara :
- Memasukkan data perangkat secara manual
- Menscan semua perangkat di jaringan tertentu, data & peta jaringan perangkat akan muncul secara otomatis (opsi ini yang akan kita gunakan)

5. Klik menu Discover --> Masukkan alamat subnet jaringan yang ingin di scan. misalnya 10.10.10.0/24 --> klik Discover.

6. Semua perangkat yang dalam kondisi menyala pada subnet tersebut akan ditemukaan oleh The Dude dan secara otomatis akan terbentuk peta jaringan dari semua perangkat yang ditemukan tersebut, seperti gambar berikut ini. (Maaf sedikit sensor :D)

7. Dari gambar tersebut dapat diketahui kondisi masing-masing perangkat, dapat juga diketahui transfer rate antar perangkat (router).

8. Untuk melihat data secara detil perangkat hasil scanning, klik dua kali di icon perangkat. Kita dapat merubah data perangkat, seperti merubah nama, IP address, username & password, dll.



9. Status peralatan apakah jaringan nya up, down, atau ada service yang timed out dapat dilihat seperti gambar berikut :

Keterangan Warna :
Warna hijau = Jaringan dan peralatan ok (up)
Warna merah = Ada gangguan jaringan atau peralatan (down)
Warna orange = Ada service yang timed out, atau dalam interval tertentu terjadi sesekali timed out.

10. Selain itu pada tiap peralatan juga terdapat tools yang bisa kita gunakan untuk menganalisa status nya, seperti gambar berikut ini :


11. Selain dapat menscan perangkat secara otomatis, kita juga dapat menambahkan perangkat ke peta jaringan secara manual. Klik tombol + Device.


12. Masukkan IP Address perangkat, Masukkan Username & Password (jika ada) --> Next


13. Klik Discovery. The Dude akan menscan service yang berjalan pada device tersebut secara otomatis --> Finish


14. Kita juga bisa menghubungkan perangkat baru ini dengan menambahkan link. Klik tombol + Link.


15. Drag icon antar perangkat yang mau dihubungkan. Pilih Mastering type : Simple. Hasilnya akan seperti ini :


16. Untuk dapat menampilkan traffic (Tx Rx) antar kedua perangkat, pada link Anda bisa memilih Mastering Type : snmp atau routeros. Namun tidak semua perangkat mendukung fitur ini. Jika kedua perangkat adalah router Mikrotik, maka username dan password pada data perangkat harus diisi dan pilih mode routeros pada data dan link nya.

Oke sekian pengetahuan apa sih The Dude itu, dan kurang lebih seperti ini ketika saya menge-test untuk memonitoring :D

Terima kasih
God Bless you :D

Sumber : http://mikrotikindo.blogspot.co.id/2014/11/cara-memonitor-jaringan-mikrotik-menggunakan-             thedude.html
            : http://www.mikrotik.com/thedude

Kamis, 20 Agustus 2015

10 Masalah yang paling sering terjadi pada komputer/laptop

Halo viewers, apa kabarnya? nah pada kesempatan kali ini, artikel saya ini bahwa masalah ini biasanya sering terjadi pada komputer/laptop, saya pun pernah mengalami masalah serupa pada laptop saya.

10 masalah yang akan dibahas ini, dijamin bagi anda yang sudah lama mengunakan sebuah komputer/laptop, ataupun bagi anda yang bekerja sebagai teknisi pastilah sudah tidak asing lagi dengan permasalahan permasalahan berikut ini.

Berikut 10 masalah yang sering terjadi pada komputer/laptop. Silahkan disimak.

1. Komputer reboot sendiri, bahkan mati

Masalah ini sering terjadi pada komputer/laptop kita yang disebabkan oleh masalah pada perangkat kerasnya (Hardware). Terutama processor yang overheat/kepanasan. Panas yang berlebihan ini biasanya disebabkan oleh kinerja kipas pendingin (coller) yang masih kurang maksimal, atau juga termal pasta pada processor sudah mengering.

2. Mengeluarkan bunyi beep

Bunyi beep ini biasanya terdengar ketika pertama kali menyalakan komputer. Bunyi beep ini biasanya terdengar apabila terjadi kesalahan pada salah satu hardware yang terpasang pada komputer. Karena banyak product BIOS dipasaran, maka kode beep yang terdengar pun sangat bervariasi dengan berbagai permasalahannya. Namun perlu diingat, tidak semua beep itu berarti terdapat masalah, karena ada beberapa BIOS yang memang mengeluarkan bunyi beep sekali pada awal saat booting. Dan itu menandakan komputer/laptop anda normal.

3. CPU menyala, tetapi monitor tidak menampilkan apapun

Nah, saya pun pernah mengalami masalah seperti ini. Masalah ini umumnya terjadi akibat RAM yang tidak terdeteksi sempurna. Karena fungsi sebuah adalah sebagai penyimpanan sementara (Menyimpan proses yang berjalan) jadi jika RAM tersebut masalah maka tidak ada perangkat yang bisa menyimpan proses yang sedang berjalan, sehingga tidak ada yang dapat/bisa ditampilkan pada monitor.

Selain RAM bisa juga karena kabel VGA yang terhubung ke monitor tidak tersambung dengan baik. Apabila anda menggunakan VGA Card, maka tidak perlu lagi menghubungkan kabel VGA melalui port VGA onboard yang ada di motherboard.

4. Komputer mati total

Pada kondisi mati total ini, biasanya berhubungan dengan arus listrik, apa komputer mendapat supply arus listrik atau tidak. sehingga apabila komputer tidak mendapat supply listrik, maka bisadipastikan komputer tidak akan pernah menyala. Anda bisa melakukan pengecekan mulai dari kabel power yang mengarah ke sumber listrik, power supply, atau bahkan kabel kabel front panel-nya. Apabila tidak ada masalah pada supply listrik, bisa dipastikan motherboard yang masalah.

5. Komputer sering HANG

Biasanya kondisi komputer yang HANG ini disebabkan oleh tingginya data yang diproses tanpa mengimbangi kemampuan processor dan memory RAM dalam mem-Buffer atau menampung sementara data yang diproses. Karena RAM memiliki kapasitas terbatas , maka semakin banyak aplikasi dijalankan maka kapasistas RAM tersebut akan semakin berkurang dan habis. Nah pada kondisi Habis ini, komputer akan mengalami HANG karena tidak kuat menjalankan perintah yang sedang dieksekusi.

6. Blue Screen

Biasanya komputer yang mengalami Blue Screen ini akan disusul restart dengan sendirinya. Biasanya keadaan ini disebabkan kesalahan pada perangkat kerasnya, software driver yang terinstal bahkan bisa juga disebabkan oleh virus.

untuk pembahasan lebih lanjut mengenai Blue Screen dan penyebab serta penanganan nya.

7. Browser home page, default search engine, dan default browser berubah sendiri

Penyebab dari masalah ini adalah ketika kita menginstal aplikasi secara sadar maupun tidak sadar. Yang sering terjadi yaitu, ketika kita sedang mengakses sebuah website yang banyak iklan berupa pop-up dan kita tidak sengaja mengkliknya, sehingga tanpa kita sadari kita telah menginstal sebuah program yang bisa mengubah tampilan homepage dan default search engine.

Selain dari pop-up dan website, hali ini juga bisa disebabkan saat kita sedang menginstaal aplikasi, kemudian aplikasi tersebut sebelum diinstal, anda diminta untuk mendownload/menginstal toolbar pada web browser kita.

8. Tidak bisa terhubung dengan jaringan

Pada kondisi ini, komputer kita sama sekali tidak bisa terhubung dengan komputer lain pada sebuah jaringan. Komputer yang tidak bisa konek ke jaringan disebabkan oleh karena :

  • Tidak adanya kartu jaringan atau NIC pada komputer tersebut. 
  • Konfigurasi setting IP address yang salah atau tidak sesuai.
  • Adanya kerusakan pada NIC atau media penghubung seperti kabel atau wireless. 
9. Komputer bisa menyala, tetapi tidak bisa masuk ke sistem operasi

Masalah ini bisa disebabkan oleh dua hal yaitu hardware dan software. Karena ini berhubungan dengan OS, hardware yang sangat riskan untuk masalah ini adalah HDD. karena di HDD inilah OS tersebut tersimpan, jadi apabila HDD tidak terpasang dengan baik, kita tidak akan pernah bisa menggunakan OS yang ada.

Selain dari Hardware, masalah ini juga bisa terjadi dari sistem yang bermasalah, seperti hilangnya File file penting dalam OS tersebut, Virus atau bahkan terformanya partisi dimana OS tersebut terinstal.

10. Tidak bisa online di internet

Ada beberapa masalah utama yang biasa terjadi pada hal ini yaitu :

  • Tidak adanya koneksi internet. 
  • Tidak terkoneksinya komputer kita ke jaringan komputer
  • Komputer kita diblok untuk mengakses internet
  • Konfigurasi dari browser setting yang kurang atau salah 
Semoga artikel ini dapat membantu dan mengenal masalah apa yang terjadi, pada komputer / laptop kita, sehingga kita bisa mengatasinya tanpa kepanikan. terima kasih viewers.

Sumber : http://www.pintarkomputer.com/2014/10/inilah-10-problem-yang-paling-sering-terjadi-pada-komputer.html